Archive for Desember 2008
Kisah seorang Penyelam
Ada seorang penyelam yang bertugas mencari mutiara di laut. Suatu ketika sang juragan atau bos dari si penyelam memerintahkannya untuk menyelam ke laut guna mencari mutiara yang indah dan sebanyak-banyaknya. Sebelum menyelam, sang juragan menanyakan kepada si penyelam “Kamu tahu apa tugasmu?”. Si penyelampun mengatakan dengan tegas “Tugas saya mencari mutiara!”. Kemudian ditanya lagi oleh sang juragan “Kamu tahu apa tugasmu?”, sekali lagi dengan mantap si penyelam menjawab “Tugas saya mencari mutiara!”. Dan sang juragan bertanya lagi sampai 3 kali kepada si penyelam dengan pertanyaan yang sama. Demikian si penyelam menjawab dengan jawaban yang sama pula. Mendengar jawaban dari si penyelam, akhirnya sang jurangan mengijinkan si penyelam untuk turun ke dalam laut mencari mutiara seperti yang telah di janjikannya. Maka turunlah si penyelam dengan peralatan yang ada ke dasar laut.
Sesampai didasar laut, si penyelam terkesima melihat pemandangan bawah laut yang sangat indah. Ikan-ikan berwarna-warni berlarian kesana kemari, rumput laut yang meliuk-liuk, terumbu karang dan keindahan-keindahan lainnya. Karena terpesona dengan semua itu, ia berusaha meraih semua itu dan memasukkannya kedalam tempat yang seharusnya akan di gunakan untuk tempat mutiara. Sekian lama ia menikmati pemandangan indah itu sampai ia melupakan tugas utamanya untuk mencari mutiara, akhirnya tabung oksigen menunjukkan persediaan oksigen sudah habis dan ia harus segera kembali ke darat. Si penyelam itu bingung karena ia tidak mendapatkan mutiara arena terlena oleh keindahan bawah laut. Dengan membawa ikan dan rumput laut dari apa yang didapatkannya, dengan harapkan sang juragan akan senang karena melihat keindahaannya, meskipun ia tidak membawa mutiara, akhirnya si penyelam naik dikepermukaan, dan di sana sang juragan telah menunggu mutiara yang telah di janjikan oleh si penyelam. Kepada sang juragan, si penyelam menyampaikan keindahan bawah laut yang beraneka ragam, ada ikan yang berwarna-warni, rumput yang meliuk-likuk dan keindahan-keindahan lainnya. Ia pun menunjukkan kepada sang juragan apa yang telah di perolehnya. Namun apa yang di lihatnya?! Ikan yang berwarna-warni itu kini telah mati dan membusuk, rumput yang meliuk-liuk itu telah layu, semua keindahan itu telah sirna. Kemudian sang juragan bertanya kepada si penyelam “Mana mutiara yang kau janjikan itu?”. Dengan menyesal dan ketakutan, si penyelam menjawab “Maaf juragan, saya lupa akan tugas saya. Saya terpesona dengan keindahan di bawah sana!”. Ia pun meminta agar di beri kesempatan sekali lagi untuk kembali ke laut dan mencari mutiara seperti yang ia janjikan, namun waktu telah habis, kesempatan telah hilang. Sang juraganpun marah mendengar jawaban itu. Si penyelam telah ingkar dengan janjinya, sehingga ia dipecat dari pekerjaannya dan harus keluar dari perusahaan itu.
Lihatlah saudaraku betapa kita ini adalah si penyelam. Sebelum kita dilahirkan, kita telah berjanji kepada “sang juragan” Allah SWT untuk beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Menjalankan kewajiban kita sebagai “penyelam” untuk mencari “mutiara-mutiara” amal ibadah di dunia sebagai bekal ketika kita kembali kepada-Nya. Allah SWT berfirman:
“Dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepada Ku” (QS. Adz Dzariyat [51]: 56)
Namun seringnya kita terlena oleh keindahan dunia, mengingkari nikmat-nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, hanya sibuk untuk meraih kenikmatan-kenikmatan dunia yang sebenarnya itu semua hanyalah semu, sehingga kita lupa akan tugas dan kewajiban kita di dunia, beribadah meraih ridlo-Nya. Dan akhirnya ketika persediaan oksigen telah habis, ketika malaikat maut telah datang menjemput, kita harus kembali kepada “sang juragan” Allah SWT untuk mempertanggungjawabkan segala hal yang telah kita kerjakan sewaktu di dunia. Di saat itu, tidak berguna segala kenikmatan di dunia yang telah kita raih di dunia, harta, anak, istri, jabatan, pangkat, semua akan menjadi fana dan sia-sia, kecuali “mutiara-mutiara” amal terindah yang kita kumpulkan sewaktu di dunia.
Marilah bersama untuk instrospeksi diri. Ingatlah janji yang telah kita ucapkan kepada Sang Juragan, Allah SWT, Tuhan semesta alam, untuk beriman, tunduk dan patuh pada semua perintah-Nya. Semoga Allah SWT senantiasa menuntun kita selalu berada di jalan-Nya yang luruh untuk meraih syurga-Nya. Amin..ya robbal’lamin….